Pemerintah Pusat Siap Mengatasi Kemacetan Jakarta
Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pemerintah pusat siap membantu Pemerintah Provinsi Jakarta menangani kemacetan di Ibu Kota. Demikian disampaikan Wakil Gubernur Jakarta Prijanto usai berbincang dengan Wapres di Jakarta, Jumat (16/11) pagi.
Prijanto menambahkan, Kalla juga memiliki beberapa usulan mengatasi kemacetan. “Jika pemerintah daerah tak sanggup, pemerintah pusat akan membantu dengan sejumlah usulan,” ujar Prijanto usai bertemu Wapres yang hendak menuju Riyadh, Arab Saudi guna mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi Negara Pengekspor Minyak (OPEC).
Kemacetan memang identik dengan Ibu Kota. Bahkan, masalah besar ini kian parah. Salah satu pemicunya adalah pembangunan jalur Transjakarta di beberapa tempat. Namun, Pemprov Jakarta justru menyatakan ini bagian dari upaya menangani kemacetan. Karena itu, warga diminta bersabar [baca: Fauzi: Busway Bukan Penyebab Kemacetan].
Cuaca Buruk Hantam Dunia
Yallourn: Memasuki akhir tahun, cuaca buruk melanda berbagai negara. Banjir menerjanng Yallourn, Negara Bagian Victoria, Australia, akibat Sungai Latrobe meluap. Air juga menggenangi area pembangkit listrik dan tambang batu bara di kota ini. Alhasil, sejumlah alat berat hanyut dan produksi listrik terhenti sementara.
Badai siklon tropis tiada henti menyerang Bangladesh. Angin berkecepatan 240 kilometer per jam bertiup dari Teluk Bengali menerpa Pantai Barat Daya Bangladesh. Beberapa rumah rusak dan pohon-pohon di pantai tumbang. Lantaran badai diprediksi memicu banjir, ratusan ribu warga sekitar pesisir mengungsi.
Di Kota Moskow, Rusia, salju menyebabkan kemacetan lalu lintas. Berkat usaha keras para petugas, kemacetan sedikit teratasi. Namun, kendaraan hanya bisa melaju maksimal 20 kilometer per jam karena permukaan jalan yang licin.
Sementara di kota wisata La Manga, Spanyol, aktivis lingkungan Greenpeace memperingatkan warga agar mewaspadai perubahan iklim. Tempat-tempat yang biasanya tidak banjir diperkirakan dilanda banjir akibat pemanasan global.
Dari foto-foto yang dipublikasikan Greenpeace terlihat hotel dan resor telah berada di bawah permukaan laut serta garis pantai bergeser secara drastis. Pembangunan yang kurang memperhatikan lingkungan hidup juga dapat memicu banjir.
Cuaca Buruk Masih Berlanjut
Bogor: Cuaca buruk masih berlanjut di sejumlah daerah di Tanah Air. Hujan deras mengakibatkan tanah longsor dan banjir yang menyebabkan lalu lintas lumpuh. Di Bogor, Jawa Barat, longsor di Jalan Soleh Iskandar membuat hampir separuh badan jalan ambles. Akibatnya, lalu lintas macet karena jalan ini termasuk jalur utama yang menghubungan Bogor dan Parung. Longsor juga menyebabkan papan reklame roboh, kabel listrik putus, serta mematahkan pipa saluran air.
Sedangkan di Serang, Banten, hujan deras selama berjam-jam membuat sejumlah ruas jalan terendam air yang juga menyebabkan kemacetan lalu lintas. Angin kencang juga merobohkan pohon-pohon di tepi jalan. Selain menutup badan jalan, sebagian pohon itu menimpa rumah dan gedung-gedung.
Sementara di Brebes, Jawa Tengah, nelayan memilih untuk tidak melaut karena ketinggian ombak mencapai lima meter dan sangat berbahaya bagi kapal yang biasa mereka pakai. Ombak tinggi di Laut Jawa ini salah satunya disebabkan kuatnya tiupan angin.
Aktivis Desak Penggunaan BBM Ramah Lingkungan
Jakarta: Isu perubahan iklim makin mengundang kekhawatiran publik. Sejumlah aktivis lingkungan hidup Green Club turun ke jalan melakukan kampanye udara bersih pada Jumat (16/11). Mereka berupaya meraih perhatian publik dengan menggelindingkan bola dunia berdiameter lima meter dari Bundaran Hotel Indonesia ke Patung Pemuda di kawasan Senayan, Jakarta.
Inti pesan para aktivis Green Club, emisi gas rumah kaca sudah melampau batas dan sudah waktunya untuk bertindak. Mereka mengimbau masyarakat dan pemerintah untuk menertibkan kebijakan industrialisasi dan transportasi termasuk beralih menggunakan bahan bakar ramah lingkungan.
Sementara itu, fenomena ekstrim iklim dunia terus terjadi. Badai siklon Sidar telah menewaskan tiga orang di Bangladesh. Sekitar 650 ribu orang terpaksa mengungsi. Saat ini, badai bergerak menuju India.
Hingga pukul 03.00 WIB, badai berada sekitar 200 kilometer sebelah timur Kota Kolkata, India. Badan Meteorologi setempat menyatakan kekuatan badai telah melemah menjadi badai kategori tiga saat melintasi selatan Bangladesh. Namun badai yang diperkirakan memasuki India pada Jumat ini akan memicu banjir di Negara Bagian Bengali Barat dan Orissa. Pemerintah India dilaporkan telah memberlakukan status waspada badai.
Jutaan Obat dan Jamu Palsu Dimusnahkan
Jakarta: Puluhan jenis obat dan jamu palsu senilai Rp 25 miliar hasil sitaan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (Balai POM) Jakarta dan Kepolisian Daerah Metro Jaya, dimusnahkan. Pemusnahan lebih dari 13 juta obat-obatan dan jamu ilegal tersebut dilakukan di Pantai Dadap, Tangerang, Banten, Kamis (15/11). Obat-obatan itu terdiri dari 74 jenis, mulai dari obat penyakit dalam hingga vitamin dan obat kuat.
Beberapa jenis obat palsu ditemukan menggunakan merek ternama, seperti multivitamin Supradyn, obat pencahar Dulcolax, salep kulit Baycuten dari Bayer, Diamicron, Nizoral, hingga obat kuat Vitalis. Sementara jenis obat-obatan lainnya tidak memiliki izin edar dari Balai POM dan sudah kadaluarsa. Sayangnya, obat-obat palsu dan ilegal yang beredar luas di pasaran saat ini hanya bisa diketahui bila diperhatikan secara detail warna kemasannya yang berbeda dari kemasan asli.